PANDEGLANG – Menjelang Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke-XXI yang akan digelar pada 26–30 November 2026 di Pondok Pesantren Darul Amanah, Kendal, Jawa Tengah, Ketua PC IPNU Kabupaten Pandeglang, Uci, berharap forum tertinggi organisasi tersebut mampu melahirkan pemimpin yang berkomitmen mengembangkan organisasi, membina kader, serta menjalankan amanah kepengurusan dengan baik hingga ke akar Rumput.
Uci menegaskan, kongres tidak boleh hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi harus menjadi momentum memperkuat kaderisasi, membangun mental, serta meningkatkan kapasitas kader dalam aspek spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. Ia menyoroti lemahnya kaderisasi dan pendampingan yang dinilai berdampak pada kepengurusan di tingkat bawah. “Bagaimana organisasi bisa berjalan jika pimpinan di bawah tidak mendapatkan pendampingan dan pengarahan dari tingkatan atas?” ujar Uci, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari struktur kepengurusan, tetapi juga dari aktivitas nyata dan solidaritas antarpengurus. Karena itu, setiap tingkatan IPNU harus aktif menyelenggarakan kegiatan kaderisasi, sosial, dan program lainnya. “Ketika memasukkan seseorang menjadi pengurus, jangan hanya menjadikannya pengurus, tetapi dia juga harus diurus dan mengurusi,” tegasnya.
Uci juga mendorong penguatan IPNU di sekolah, pondok pesantren, dan perguruan tinggi, khususnya lembaga pendidikan berbasis Nahdlatul Ulama yang belum memiliki kepengurusan IPNU. Ia berharap Kongres XXI melahirkan kebijakan yang menjawab kebutuhan kader hingga tingkat ranting dan komisariat. Menurutnya, pemimpin terpilih harus mampu memperkuat kaderisasi, merawat akar rumput, serta membuka ruang bagi kader untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.
(*/Red)















