Palembang – Globalmediatama.com, Praktik perdagangan bahan bakar minyak (BBM) ilegal kembali mencuat di Kota Palembang. Setelah sebelumnya sempat digerebek aparat dan ditutup, gudang BBM ilegal yang pernah beroperasi di kawasan Tanjung Api-Api kini diduga dibuka kembali oleh sosok berinisial Acun, kali ini di Jalan Lettu Karim Kadir, Kecamatan Gandus.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gudang tersebut beroperasi secara tertutup. Namun, aktivitas keluar-masuk kendaraan tangki dan baby tedmon masih kerap terlihat, terutama pada malam hingga dini hari.
Yang mengejutkan, jaringan ini disebut-sebut telah mengubah jalur distribusinya untuk menghindari pengawasan aparat. Solar bersubsidi kini diduga diangkut melalui jalur sungai menggunakan perahu motor, lalu dipindahkan ke kendaraan darat untuk distribusi lebih lanjut ke luar kota.
Keberanian membuka kembali gudang BBM ilegal ini diduga karena adanya dukungan dari oknum aparat, diduga berasal dari satuan TNI aktif. Informasi ini memicu keresahan warga, mengingat aktivitas ilegal tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berisiko mencemari lingkungan serta membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.
“Ia pernah buka di Tanjung Api-Api. Gudangnya dulu sempat tutup setelah digerebek. Tapi sekarang buka lagi di sini. Katanya dibekingi, makanya tidak ada yang berani ganggu,” ungkap seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, Jumat (18/7).
Gudang tersebut diduga menjadi tempat penampungan solar bersubsidi dalam jumlah besar yang diperoleh dari sumber ilegal, lalu dijual kembali dengan harga industri. Praktik ini umumnya menyasar sektor pertambangan dan industri non-rakyat.
Kegiatan tersebut jelas melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, serta berbagai aturan turunannya yang mengatur distribusi BBM bersubsidi secara ketat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak TNI maupun kepolisian terkait dugaan keterlibatan oknum aparat dan keberadaan gudang BBM ilegal di Gandus tersebut.
Masyarakat berharap agar aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap pelaku usaha BBM ilegal, termasuk apabila melibatkan aparat yang menyalahgunakan kewenangan. Mereka juga mendesak agar jalur distribusi perairan ikut diawasi secara ketat karena kini menjadi celah baru bagi mafia energi.
(Jefri & Tim7)















