Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama & Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Pandeglang Gelar Kajian Ramadan, Bahas Bahaya Pinjol dan Literasi Keuangan

Pandeglang – Globalmediatama.com,  impinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pandeglang menggelar kegiatan Kajian Ramadan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026.

Pada kajian ke-3 yang dilaksanakan Kamis, 26 Februari 2026, di Ruang Kantor Camat Menes, hadir sebagai pemateri Camat Cisata sekaligus Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pandeglang, Asep Setia Permana.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Setia Permana mengangkat tema “Bahaya Pinjaman Online: Tips Mengatur Keuangan di Bulan Suci Ramadan.” Ia mengawali pemaparannya dengan mengingatkan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial di era digital.

“Kita harus lebih bijak memanfaatkan dan menggunakan media sosial, apalagi di zaman digital sekarang. Kita sudah mengetahui banyak pinjaman online dan judi online yang membahayakan serta merugikan diri kita. Saya berharap kepada rekan-rekan dan anak-anakku semua agar bisa berhati-hati,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Kabupaten Pandeglang menegaskan bahwa menjadi kader dan pengurus organisasi harus siap berkorban demi keberlangsungan dan kemajuan organisasi.

“Saya menghimbau kepada seluruh kader dan anggota, apalagi yang menjadi pengurus, agar mampu mengurusi organisasi, bukan ingin diurusi. Sebagai pengurus, tentu kita harus siap berkorban, baik dari segi waktu, tenaga, pemikiran, bahkan finansial,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, salah satu peserta yang mengikuti kegiatan melalui Zoom, Rifki Ghazali, mengajukan pertanyaan terkait maraknya masyarakat yang terjerumus pinjaman online dan judi online akibat tidak memiliki pekerjaan.

“Izin bertanya, Pak. Banyak masyarakat yang terpaksa meminjam online karena tidak memiliki pekerjaan dan kekurangan uang. Lalu bagaimana solusinya menurut Bapak sebagai abdi negara?” tanyanya.
Menanggapi hal tersebut, Asep Setia Permana menjelaskan bahwa persoalan pengangguran perlu disikapi dengan perubahan pola pikir dan kemauan untuk berkembang.

“Seringkali pengangguran terjadi karena kurangnya inisiatif dan kemauan untuk berusaha. Kita harus mengembangkan potensi diri dan mulai berwirausaha, daripada terjerumus pada pinjaman online. Mari melihat peluang sesuai potensi masing-masing, baik usaha online maupun offline,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kajian Ramadan yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU Pandeglang ini berkolaborasi dengan sejumlah pengurus PAC, PK, dan PR di bawah naungan PC IPNU-IPPNU Pandeglang. Ketua PC IPNU Pandeglang, Rekan Uci, berharap kegiatan ini dapat menjadi investasi pemikiran bagi kader dan anggota serta mendorong pemanfaatan digitalisasi secara positif.

“Tujuan kami mengadakan Kajian Ramadan ini agar pengurus cabang bisa hadir dan dirasakan oleh kader serta anggota melalui forum-forum kajian seperti ini. Dengan kegiatan ini, solidaritas dan kualitas kader dapat terbangun. Kami juga melaksanakan kegiatan secara online dan offline agar kader yang berada di luar jangkauan tetap bisa mengikuti melalui pemanfaatan digitalisasi, sehingga kita tidak terseret arus negatif perkembangan zaman,” pungkasnya.

(*/Red)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *