Team 7: Penegakan Hukum di Muara Enim Sekadar Sandiwara, Rakyat Tersiksa Debu Tambang Ilegal

MUARA ENIM – Globalmediatama.com – Penderitaan masyarakat di Kabupaten Muara Enim, khususnya di wilayah Kecamatan Lawang Kidul, sudah mencapai titik jenuh. Team 7 (Team Tujuh) hari ini mengeluarkan pernyataan sikap keras menanggapi ironi penegakan hukum yang terkesan hanya menjadi “panggung sandiwara” di tengah hancurnya infrastruktur dan ruang hidup warga.

Antara Citra Udara dan Penderitaan Darat

Di satu sisi, publik disuguhi aksi heroik Ditreskrimsus Polda Sumsel yang memamerkan patroli udara menggunakan helikopter dan penyitaan ekskavator. Namun, Team 7 menilai aksi tersebut hanyalah kosmetik penegakan hukum yang tumpul di lapangan.

Faktanya, di kawasan Jalan Sp Karso, Desa Darmo, setiap malam ratusan truk batubara ilegal bebas melenggang tanpa tersentuh.

Dampaknya nyata dan menyakitkan: jalan-jalan hancur lebur dan polusi debu yang menyesakkan dada warga.

Masyarakat Mengeluh: Jalan Rusak dan Debu Menjadi “Menu” Harian

Team 7 menyoroti bahwa aktivitas ilegal ini telah merampas hak masyarakat atas infrastruktur yang layak dan udara yang bersih.

Infrastruktur hancur: Jalan yang dibangun dengan uang rakyat rusak parah tergilas beban truk batubara ilegal yang melebihi tonase.

Ancaman kesehatan: Debu pekat sisa angkutan batubara menyelimuti pemukiman, mengancam kesehatan pernapasan anak-anak dan lansia di Desa Darmo dan sekitarnya.

Pembiaran sistematis: Masyarakat merasa ditinggalkan oleh negara sementara para mafia tambang meraup keuntungan di atas penderitaan warga.

Tuntutan Mutlak Team 7 kepada Kapolda Sumsel

Merespons situasi ini, Team 7 melayangkan desakan keras kepada Kapolda Sumatera Selatan:

Hentikan drama helikopter – Rakyat tidak butuh tontonan udara, rakyat butuh truk ilegal berhenti merusak jalan.

Tindak tegas mafia dan pemodal – Jangan hanya menangkap sopir atau operator kecil. Seret aktor intelektual dan pemodal di balik gurita tambang ilegal.

Pulihkan hak masyarakat – Negara harus hadir menjamin kenyamanan warga dari debu dan kerusakan jalan akibat aktivitas ilegal.

“Hukum jangan hanya tajam saat ada kamera, tapi melempem saat berhadapan dengan ratusan truk ilegal di malam hari. Rakyat sudah kenyang makan debu dan lelah melewati jalan rusak, sementara oknum penikmat tambang ilegal berpesta pora. Kami menantang Kapolda Sumsel: berantas sampai akar, atau akui bahwa hukum telah kalah!” tegas perwakilan Team 7.

Mengusung semboyan “No Viral No Justice”, Team 7 menegaskan tidak akan tinggal diam. Mereka akan terus menyuarakan jeritan warga Desa Darmo dan Lawang Kidul hingga ada tindakan konkret, bukan sekadar janji atau patroli seremonial.

(*/Jf)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *