Dalam Klarifikasi Resmi, Aslam Group Nyatakan Juga Jadi Korban Dugaan Gagal Berangkat Haji

Dalam Klarifikasi Resmi, Aslam Group Nyatakan Juga Jadi Korban Dugaan Gagal Berangkat Haji

Makassar – Globalmediatama.com, Pimpinan Aslam Group, Asmar Lambo, menyampaikan klarifikasi resmi menanggapi pemberitaan terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana jamaah haji asal Jawa yang belakangan ramai diberitakan.

Dalam pernyataannya, Asmar menegaskan bahwa Aslam Group tidak memiliki hubungan langsung dengan para jamaah yang menjadi korban. Seluruh proses pendaftaran, menurutnya, dilakukan melalui PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Travel) yang dipimpin oleh Erni Khairunnisa.

“Aslam tidak pernah menerima pendaftaran langsung dari jamaah. Semua mendaftar melalui ITS Travel, bukan kepada kami,” ujar Asmar, Senin (29/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa skema kerja sama yang dijalankan adalah ITS Travel membeli paket haji dari Aslam Group, yang selanjutnya Aslam Group membeli kembali paket tersebut dari PT Rehlatuna Handling Internasional.

Dengan sistem tersebut, Asmar menegaskan bahwa tidak ada transaksi langsung maupun pertanggungjawaban langsung antara Aslam Group dengan para jamaah.

“Aslam hanya berperan sebagai perantara antara ITS Travel dan PT Rehlatuna. Kami tidak memegang dana jamaah secara langsung,” tegasnya.

Terkait jenis visa, Asmar mengungkapkan bahwa awalnya keberangkatan jamaah direncanakan menggunakan visa haji Vuroda. Namun, pada tahun 2025, visa tersebut tidak dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Sebagai solusi, berdasarkan kesepakatan bersama antara Aslam Group dan ITS Travel, visa yang digunakan dialihkan menjadi visa Amil yang difasilitasi oleh PT Rehlatuna Handling Internasional.

“Seluruh proses manasik dan biometrik dilakukan dengan penjelasan bahwa visa yang digunakan adalah visa Amil, dan hal ini telah diketahui oleh ITS Travel,” jelas Asmar.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pihak yang seharusnya memberangkatkan jamaah adalah ITS Travel, bukan Aslam Group. Perusahaan yang dipimpinnya hanya bertindak sebagai penghubung dalam proses pembelian paket ke Rehlatuna.

Asmar bahkan menyebut bahwa dirinya justru turut menjadi korban dalam persoalan ini. Ia mengklaim seluruh dana dari paket haji telah disetorkan ke PT Rehlatuna, namun izin resmi haji (tasreh) tidak kunjung diterbitkan.

Saat ini, pihak Aslam Group sedang menuntut pengembalian dana dari PT Rehlatuna Handling Internasional, namun proses hukum dan negosiasi masih berjalan.

Menanggapi dua kali somasi yang dilayangkan oleh pihak Erni Khairunnisa, Asmar menyatakan telah merespons dengan itikad baik dan mengusulkan pertemuan di Jakarta. Namun hingga kini, belum ada kesepakatan mengenai waktu pelaksanaannya.

Di tengah proses klarifikasi, Asmar juga mengaku menerima tekanan dan ancaman, termasuk pemberitaan negatif yang dinilainya merugikan nama baik dirinya, perusahaan, tim, dan jamaah lain yang tidak terkait.

“Belum selesai masalah ini, saya justru diancam akan dipermalukan secara publik. Ini jelas merugikan semua pihak yang sebenarnya tidak terlibat,” ucapnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Asmar mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan atau menghakimi sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.

“Kami berharap masyarakat bisa bersikap bijak dan tidak terpancing opini sepihak. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memperbaiki sistem dan pelayanan di masa mendatang,” pungkasnya.

(Arifin)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *