PALEMBANG, SUMATERA SELATAN — Sekretaris Umum Singa Mania, Anwarul Fitro, S.Sos., mendesak PT Digi Sport Asia selaku pihak yang terkait dengan kepemilikan dan pengelolaan Sriwijaya FC untuk segera menunjukkan tanggung jawab nyata dalam menyelesaikan persoalan FIFA Registration Ban yang membayangi klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut. Menurutnya, Sriwijaya FC bukan sekadar klub sepak bola, melainkan kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan yang membutuhkan pembenahan serius demi masa depan yang lebih baik.
Anwarul menegaskan, suporter dan masyarakat berhak mendapatkan informasi yang terbuka mengenai dasar sanksi, perkembangan penyelesaian, serta target waktu yang jelas. “Sriwijaya FC membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan. Jika ada kendala, sampaikan secara terbuka. Jangan biarkan suporter terus menunggu tanpa kepastian,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Singa Mania menyampaikan enam tuntutan kepada Digi Sport Asia dan manajemen Sriwijaya FC, yakni segera menyelesaikan FIFA Registration Ban sesuai ketentuan; membuka transparansi mengenai sanksi dan proses penyelesaiannya; menyampaikan tahapan serta target penyelesaian yang terukur; memastikan kesiapan klub menghadapi kompetisi; membuktikan tanggung jawab melalui tindakan nyata; serta menjamin komitmen jangka panjang terhadap pengelolaan klub yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Anwarul menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan Sriwijaya FC. “Kebangkitan Sriwijaya FC tidak cukup hanya dengan harapan dan janji. Harus ada pembenahan, penyelesaian persoalan, dan keberanian untuk bertanggung jawab. Digi Sport Asia harus membuktikan komitmennya melalui langkah konkret yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” tutupnya. Singa Mania berharap pihak terkait segera memberikan respons terbuka demi kepastian masa depan klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.
(*/Jf)















