Gudang Dugaan Mafia Minyak di Babat Toman Diduga Kebal Hukum, Beroperasi Tepat di Depan Kantor Camat

MUBA – Globalmediatama.com | 10 Januari 2026
Sebuah gudang yang diduga menjadi pusat aktivitas bleaching atau pengoplosan minyak hasil sulingan tradisional di Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, disinyalir telah beroperasi selama bertahun-tahun tanpa tersentuh penindakan hukum. Ironisnya, lokasi gudang tersebut berada tepat di depan area Kantor Camat Babat Toman.
Aktivitas yang diduga ilegal ini dinilai telah menyebabkan kerugian negara hingga miliaran rupiah serta menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan. Limbah cair dari proses pengoplosan minyak diduga mencemari sumber air di sekitar lokasi, mengakibatkan penurunan kesuburan lahan pertanian dan mengancam kesehatan masyarakat setempat.

Meski pergantian jabatan Kapolsek hingga Kapolres Muba telah terjadi berkali-kali, gudang yang disebut-sebut milik seseorang berinisial SR tersebut tetap beroperasi tanpa hambatan berarti.
Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan, aktivitas pengoplosan minyak ini umumnya berlangsung pada malam hari hingga dini hari. Truk-truk pengangkut minyak kerap melintas melalui jalur desa tanpa izin resmi. Warga mengaku telah berulang kali melaporkan aktivitas tersebut ke berbagai instansi terkait, namun hingga kini belum terlihat adanya tindakan tegas.

Sorotan keras datang dari kalangan aktivis yang tergabung dalam Tim 7. Mereka menilai keberadaan gudang yang diduga ilegal tersebut tidak mungkin luput dari pantauan aparat, mengingat lokasinya yang sangat terbuka.

“Jika benar aktivitas ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan lokasinya persis di depan kantor camat, publik tentu akan menilai aparat penegak hukum lalai atau ada sesuatu yang tidak beres,” tegas salah satu perwakilan Tim 7.
Tim 7 menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan tanpa tebang pilih.

“Jangan sampai mafia minyak terus merugikan negara dan membahayakan masyarakat. Dampak lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan akan menjadi beban serius bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Keluhan juga disampaikan warga sekitar yang memilih tidak disebutkan identitasnya. Mereka mengaku sudah lama terganggu dengan bau menyengat dari gudang tersebut.

“Kami sering mencium bau tidak sedap, bahkan air sumur di beberapa rumah sudah mulai keruh. Kami berharap pemerintah dan aparat segera bertindak agar kami bisa hidup dengan aman dan nyaman,” ujar seorang warga.

Masyarakat pun mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil langkah tegas dengan melakukan penyelidikan menyeluruh, mulai dari sumber minyak, proses pengolahan, hingga jalur distribusinya, serta menindak semua pihak yang terlibat tanpa pengecualian.

(Jf & Tim 7)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *