Pandeglang – Globalmediatama.com, Nasib memprihatinkan dialami pasangan lansia warga Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten. Setelah rumahnya ludes terbakar pada bulan suci Ramadan 2026, keduanya kini terpaksa tinggal di emperan rumah dengan kondisi seadanya.
Korban diketahui bernama Kanang (61) dan istrinya, Arni, warga Kampung Dungushaur RT/RW 018/004. Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik tersebut menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta harta benda yang mereka miliki.
Kini, Kanang yang sehari-hari berprofesi sebagai marbot masjid harus bertahan hidup di tempat darurat. Ia membuat ruang sederhana di emperan rumah anaknya menggunakan baliho atau spanduk bekas sebagai alas sekaligus dinding penutup.
Kepala Desa Surianeun, M. Rizali Asukron, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemerintah desa telah berupaya membantu dengan mengajukan proposal permohonan bantuan serta berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Patia dan instansi terkait.
“Kami terus berupaya agar korban segera mendapatkan bantuan pembangunan rumah. Rencananya juga akan dianggarkan melalui Dana Desa untuk meringankan beban korban,” ujarnya.
Sementara itu, Kanang mengaku sangat berharap adanya uluran tangan dari para dermawan maupun pemerintah. Ia mengatakan, untuk kebutuhan sehari-hari saja saat ini masih bergantung kepada anaknya, lantaran seluruh persediaan pangan termasuk padi miliknya ikut terbakar.
“Alhamdulillah bantuan awal sudah kami terima, seperti sembako, terpal, kasur lipat, dan perlengkapan dapur dari pemerintah dan relawan. Tapi untuk membangun rumah, kami masih sangat membutuhkan bantuan, terutama bahan material,” ungkapnya.
Bantuan sebelumnya datang dari berbagai pihak, di antaranya Kecamatan Patia melalui Kampung Siaga Bencana (KSB) yang dipimpin Camat Patia, Supratman, serta dari Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Pandeglang.
Di momen Hari Jadi Kabupaten Pandeglang, Kanang juga menyampaikan harapannya agar Bupati atau Wakil Bupati Pandeglang dapat berkunjung langsung melihat kondisi yang ia alami saat ini.
“Harapan kami, semoga Bapak Bupati atau Wakil Bupati bisa datang melihat kondisi kami di sini,” pungkasnya.
(*/Red)















