Pandeglang – Globalmediatama.com, Renovasi sebuah bangunan di Kampung Bogor, Desa Janaka, Kecamatan Jiput, menuai sorotan warga sekitar.
Bangunan yang diduga akan dijadikan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu dinilai minim keterbukaan karena hingga kini belum ada sosialisasi maupun penjelasan resmi kepada masyarakat. 18/5/2026

Selain tidak adanya informasi yang jelas terkait peruntukan bangunan, warga juga menyoroti tidak dipasangnya papan informasi proyek di lokasi renovasi. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
“Tidak ada papan informasi, jadi warga juga bingung ini bangunan untuk apa,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga juga mengaku kecewa lantaran para pekerja bangunan disebut tidak melibatkan masyarakat sekitar. Pekerja yang melakukan renovasi diduga seluruhnya berasal dari luar daerah.
“Kayaknya yang kerja semua orang Pagelaran yang dibawa sama bosnya, warga sekitar tidak dilibatkan,”
ungkap warga lainnya.
Di tengah minimnya informasi, beredar kabar di masyarakat bahwa bangunan tersebut akan dijadikan dapur MBG milik Pakel.
Namun hingga saat ini belum ada kepastian maupun penjelasan resmi dari pihak terkait.
Awak media mencoba menghubungi Kepala Desa Janaka melalui aplikasi WhatsApp guna meminta konfirmasi. Namun nomor yang bersangkutan diketahui tidak aktif hingga berita ini diturunkan.
Sementara itu, Ust. Imron Tokoh Masyarakat yang juga menjabat Ketua BPD Desa Janaka mengaku belum mengetahui secara pasti fungsi bangunan yang tengah direnovasi tersebut.
“Saya sendiri belum tahu itu mau dijadikan apa. Tapi memang ada informasi dari warga katanya untuk dapur MBG. Cuma belum ada keterangan yang jelas karena belum ada pihak pemilik atau pengelola yang datang menjelaskan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kalau rumahnya saya tahu bangunan Rumah itu merupakan milik H. Basri mungkin di kontrak oleh mereka.
Di sisi lain, Camat Jiput, Januar Habibie, juga mengaku belum mengetahui adanya renovasi maupun rencana penggunaan bangunan tersebut.
Belum adanya sosialisasi, tidak dipasangnya papan informasi proyek, serta minimnya pelibatan warga sekitar dalam pekerjaan renovasi membuat masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan keresahan dan spekulasi di lingkungan warga.
(*/De)















