PALEMBANG – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Kimarogan, Kecamatan Kertapati, dan sekali lagi menegaskan dugaan warga bahwa lokasi putaran di jalan tersebut adalah penyebab utama dan biang kerok terjadinya insiden kecelakaan.
Berdasarkan pantauan langsung awak media, kecelakaan terjadi tepat di lokasi putaran yang berada persis di depan sebuah gudang rongsokan, serta berseberangan atau berhadapan langsung dengan akses masuk Gerbang Lorong Damai. Berdasarkan aturan dan tata letak jalan, lokasi tersebut sejatinya bukanlah titik yang diperuntukkan atau didesain sebagai tempat memutar kendaraan, namun kini justru dijadikan tempat berbelok arah oleh banyak pengendara.
Diketahui, awalnya di lokasi tersebut terpasang pembatas jalan yang kokoh dan tertutup rapat untuk mencegah kendaraan berbelok atau berputar di tempat yang berisiko itu. Namun, pembatas jalan tersebut telah dirusak, dibongkar, dan dijebol oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Akibat ulah tersebut, terbukalah celah yang kemudian dijadikan akses memutar arah secara ilegal dan sangat berbahaya.
Menurut keterangan warga yang sering menyaksikan kejadian di lokasi, desain perputaran di titik itulah yang menjadi sumber masalah utama.
“Kebanyakan kendaraan yang datang dari arah Simpang Sungki memang memutar balik di tempat itu. Masalah utamanya ada di situ: saat mereka berputar, mereka sering tidak melihat atau mengindahkan kendaraan lain yang datang dari arah sebaliknya atau arah mudik, yang mana jalan lurus di sana membuat pengendara biasanya melaju dengan kecepatan tinggi. Akibat pertemuan arah dan kecepatan yang tidak terkontrol itulah, kecelakaan kerap terjadi berulang kali di titik itu. Sudah jelas, titik putaran itulah penyebabnya,” ungkap salah satu warga dengan tegas.
Warga setempat sangat khawatir dan resah karena lokasi tersebut kini sudah resmi menjadi titik langganan kecelakaan. Padahal, jika pembatas jalan masih utuh dan tertutup seperti semula, risiko tabrakan bisa diminimalisir bahkan dihindari sama sekali karena kendaraan akan berputar di tempat yang aman dan sesuai jalur.
Melihat fakta bahwa kecelakaan sudah dua kali menimpa lokasi yang sama dengan penyebab yang sama pula, warga sekitar secara tegas menyampaikan aspirasi dan tuntutan keras kepada Dinas Perhubungan serta instansi terkait. Masyarakat menuntut agar titik putaran liar dan berbahaya tersebut segera ditutup kembali dan dipasang pembatas jalan seperti kondisi semula.
Warga menekankan bahwa penutupan itu sangat mendesak dilakukan demi keselamatan nyawa pengguna jalan. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa yang berjatuhan lebih banyak lagi baru langkah penanganan dilakukan. Warga berharap pihak berwenang segera bertindak tegas menutup akses berbahaya yang dibuat sembarangan itu, agar Jalan Kimarogan kembali aman dan bebas dari ancaman kecelakaan yang disebabkan oleh lokasi putaran yang salah itu.
(*/Jf)















